Sari Tilawah



Mengalun namamu disebut-sebut ya Allah
Laksana embun yang menetesi pada pagi
Aku terbangun kala senja
Ketika air langit mulai berjatuhan
Di sudut rumahmu aku tersandar lusu

Pohon-pohon jahanam ini sulit aku tumbangkan
Yang mampu menjadi pembakar hati ini

Namamu terus aku dengar dan aku lafazkan
Aku harap engkau mendengar jeritan ini
Yang tiada hari tanpa, namamu

Aku menangis setiap hari
Aku berlari-lari kecil di semak-semak

Aku temukan, kayu rotan untukku berayun
Memberi sedikit ketenangan

Dimana kau tuhan
Dimana jati diriku

Bayanganku selalu mentertawakanku
Kau bodoh,
Engkau campakkan harkat tuhanmu
Sekarang engkau lihat duri itu
Mereka siap memborgol harapanmu

Kalahkan, kalahkan mereka
Bakar-bakar mereka dengan semangat agung

Laksana embun yang menetesi dedaunan pada pagi
Namamu selalu kusebut, tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini